Pagi itu hujan turun rintik-rintik. Saya pun duduk untuk belajar tentang seni. Tak lama, guru pengawas pun masuk diiringi murid-murid yang pagi itu diawasinya, begitu juga dengan saya. Saya duduk dikursi ketiga dari empat kursi di bagian depan;menunggu soalnya dibagikan. Benar saja, setelah itu soal dan lembar jawaban sudah didepan mata. Saya memandangnya Ow lumayan....ucap saya dalam hati seraya mengisi jawabannya.
Begitu sampai ke bagian menentukan akor dari nada kreis dan mol, saya mulai tidak enak hati Mulai muncul kenangan yang membuat hati saya luar biasa sakit setiap saya mengeja nada kreis dan molnya.
" f...g...a...bes ah..." begitu dst
Bahkan tak satu pun lagu yang kusenandungkan dalam hati dapat mengobati rasa sakit hati ini. Sampai akhirnya saya memohon pada Yang Di Atas agar diberikan hal yang terbaik untuk saya.
Segera saya secepatnya keluar setelah waktu habis dan menghindar dari teman-teman cewek(yaiyalah saya cewek) lalu mempelajari agama dan mendiskusikannya dengan teman-teman cowok saya Yang menghampiri saya;membahas tafsir, mantiq, musyarakah, kapan perang salib sampai-sampai masa iddah yang pada akhirnya tidak keluar saat ujian,hahaha...Tapi tetap saja ha....you must be know what i mean.
Saat masuk malah bukan hati yang sakit, malah perut yang sakit lantaran belum sarapan. Tapi, biarlah...biar saya melupakan rasa sakit hati saya. Semua lancar biarpun agak tersendat-sendat. Well, seharusnya wajar saja; kemampuan yang sudah diasah sejak umur 5 tahun itu tidak boleh hilang sekalipun saya Sudah tidak bisa menggunakan logika saya. Begitulah adanya. Hal yang membuat saya lega adalah hasil tes bahasa inggris saya, oh that's a relief right? Soalnya saya cuma belajar 5 menit eh bahkan kurang. Ha...ingin rasanya menari-nari biarpun cuma dalam hati, Tapi....
Jumat, 26 Desember 2008
Kamis, 25 Desember 2008
The Curse of The Twilight Next Part
Behind The Story
Disambung lagi yah...hehehe
"Lepaskan sihir pelindung itu!"
Tanpa menoleh dia menjawab "Baik Yang Mulia" Lalu dia dengan cepat mundur sambil memberi hormat.
Pada saat yang bersamaan sebuah panah sihir angin melesat dengan cepat menuju Ratu Sara. Ratu Sara menyadarinya dan dalam waktu singkat itu ia pun mengarahkan tongkatnya ke hadapan panah itu. Seketika itu juga panah itu berhenti tepat di hadapannya. Tidak hanya itu, Tuan Flute yang tadinya memberi hormat padanya masih belum kembali ke posisi asalnya, PM Val yang berlari hendak menghampirinya terhenti langkahnya, begitu juga dengan yang lainnya. Suasana disana diliputi kebisuan yang tentu saja bukan dikarenakan keinginan mereka.
Ratu Sara melihat ke samping kanannya-posisi dimana dirinya hampir ditusuk oleh panah angin itu secara diagonal, dia pun segera menghadap ke arah panah itu dan melihat ke jarak sekitar 5 meter dari sana, seorang wanita yang berpakaian penyihir berwarna violet yang dengan ironisnya adalah salah satu dari penyihir muda terbaik di istananya merentangkan tangannya dengan mulut terbuka seperti orang yang mengucapkan mantra. Ratu Sara merasa bahwa dia sudah tidak perlu menduga-duga lagi soal itu, dia hanya menghela nafas panjang.
"Merasa kecewa, Yang Mulia?"
Ratu Sara terkejut bukan main dan menoleh ke arah jendela tempat monster tadi;mencari asal suara yang begitu terdengar lembut dengan nada sarkastis tersebut, tapi tidak ada siapa-siapa di luar sana apalagi monster itu.
"Saya disini, Yang Mulia" Ucap suara itu.
Ratu Sara kini tanpa ragu lagi menoleh ke arah dimana penyihir yang berada di posisi kedua dari depan dan kedua dari ataupun kanan dalam formasi penyihir tersenyum padanya yang kemudian menghampirinya dan tak lama kemudian memberi hormat.
"Maafkan kelancangan saya Yang Mulia"Ujarnya dengan nada tidak bersalah sambil menatap Ratu Sara.
"Bisakah Anda menjelaskan semua ini?" Tanya Ratu Sara.
"Tentu saja" Jawabnya sambil tersenyum "Anda mau mulai dari mana Yang Mulia?"
Ratu Sara menjawab dengan nada datar"Dari mana saja..."Lalu dia pergi ke arah jendela menoleh ke arahnya "Asalkan sebelum senja tiba"
Wanita itu tersenyum tipis ke arah Ratu Sara.
Hortez mengangguk serta bersuara pelan serta parau tanda setuju. Houdini menatap ke arah 10 meter dihadapannya lalu berjalan dengan langkah tergesa-gesa diantara barisan cemara yang tampak anggun berdiam disisi kiri dan kanannya.
Disambung lagi yah...hehehe
"Lepaskan sihir pelindung itu!"
Tanpa menoleh dia menjawab "Baik Yang Mulia" Lalu dia dengan cepat mundur sambil memberi hormat.
Pada saat yang bersamaan sebuah panah sihir angin melesat dengan cepat menuju Ratu Sara. Ratu Sara menyadarinya dan dalam waktu singkat itu ia pun mengarahkan tongkatnya ke hadapan panah itu. Seketika itu juga panah itu berhenti tepat di hadapannya. Tidak hanya itu, Tuan Flute yang tadinya memberi hormat padanya masih belum kembali ke posisi asalnya, PM Val yang berlari hendak menghampirinya terhenti langkahnya, begitu juga dengan yang lainnya. Suasana disana diliputi kebisuan yang tentu saja bukan dikarenakan keinginan mereka.
Ratu Sara melihat ke samping kanannya-posisi dimana dirinya hampir ditusuk oleh panah angin itu secara diagonal, dia pun segera menghadap ke arah panah itu dan melihat ke jarak sekitar 5 meter dari sana, seorang wanita yang berpakaian penyihir berwarna violet yang dengan ironisnya adalah salah satu dari penyihir muda terbaik di istananya merentangkan tangannya dengan mulut terbuka seperti orang yang mengucapkan mantra. Ratu Sara merasa bahwa dia sudah tidak perlu menduga-duga lagi soal itu, dia hanya menghela nafas panjang.
"Merasa kecewa, Yang Mulia?"
Ratu Sara terkejut bukan main dan menoleh ke arah jendela tempat monster tadi;mencari asal suara yang begitu terdengar lembut dengan nada sarkastis tersebut, tapi tidak ada siapa-siapa di luar sana apalagi monster itu.
"Saya disini, Yang Mulia" Ucap suara itu.
Ratu Sara kini tanpa ragu lagi menoleh ke arah dimana penyihir yang berada di posisi kedua dari depan dan kedua dari ataupun kanan dalam formasi penyihir tersenyum padanya yang kemudian menghampirinya dan tak lama kemudian memberi hormat.
"Maafkan kelancangan saya Yang Mulia"Ujarnya dengan nada tidak bersalah sambil menatap Ratu Sara.
"Bisakah Anda menjelaskan semua ini?" Tanya Ratu Sara.
"Tentu saja" Jawabnya sambil tersenyum "Anda mau mulai dari mana Yang Mulia?"
Ratu Sara menjawab dengan nada datar"Dari mana saja..."Lalu dia pergi ke arah jendela menoleh ke arahnya "Asalkan sebelum senja tiba"
Wanita itu tersenyum tipis ke arah Ratu Sara.
~Houdini POV~
Houdini dengan cepat turun dengan satu lompatan sederhana dan berkata pada Hortez "Tunggu aku disini"Hortez mengangguk serta bersuara pelan serta parau tanda setuju. Houdini menatap ke arah 10 meter dihadapannya lalu berjalan dengan langkah tergesa-gesa diantara barisan cemara yang tampak anggun berdiam disisi kiri dan kanannya.
Selasa, 23 Desember 2008
The Gate to The Dreams
Welcome to the gate of dreams! Disinilah saya akan menceritakan mimpi-mimpi saya yang kira-kira layak untuk diceritakan. Lalu seperti biasa tugas Anda sebagai pengunjung dan juga pembacalah untuk mencernanya dalam otak Anda dan kalau sudi mengomentarinya. Baiklah langsung saja inilah dia *Jreng, jreng jreng!!!!*
Awalnya dari adegan yang entah apa langsung berpindah ke adegan dengan detail seperti ini: Saya sedang berdiri sambil memegangi mawar emas yang indah sekali (namanya juga mawar, warna emas lagi :P). Semua orang yang melewati saya mengaguminya. Sampai akhirnya seorang anak laki-laki yang berwajah oriental (maaf cuma ingat itu saja >.<) menghampiri saya sambil membawa sebuket mawar merah. Entah kenapa saat itu saya begitu menyukainya.
Kami pun saling bertukar bunga. Saya mendapat buket mawar merahnya sementara dia mawar emasnya. Lalu dia pergi meninggalkan saya begitu saja. Teman-teman saya bilang supaya mengingat-ingat wajah anak laki-laki itu. Siapa tahu....ahaha udah tau kan? :P. Sumpah beneran kaget!! Tapi yah itu kan memori 10 tahun yang lalu, apa harus saya percayai? Ah, saya sih biasa-biasa aja. Halah buat apa pikirin hal yang udah lalu yah?
~The Girl, Boy, Golden Rose And Red Roses~
Mimpi yang terjadi saat saya berumur 6 tahun, waktu itu sebenarnya saya tidak percaya cinta dan menganggap orang yang mengalaminya itu bodoh. Terang saja saya kaget waktu mengalami mimpi seperti ini.Awalnya dari adegan yang entah apa langsung berpindah ke adegan dengan detail seperti ini: Saya sedang berdiri sambil memegangi mawar emas yang indah sekali (namanya juga mawar, warna emas lagi :P). Semua orang yang melewati saya mengaguminya. Sampai akhirnya seorang anak laki-laki yang berwajah oriental (maaf cuma ingat itu saja >.<) menghampiri saya sambil membawa sebuket mawar merah. Entah kenapa saat itu saya begitu menyukainya.
Kami pun saling bertukar bunga. Saya mendapat buket mawar merahnya sementara dia mawar emasnya. Lalu dia pergi meninggalkan saya begitu saja. Teman-teman saya bilang supaya mengingat-ingat wajah anak laki-laki itu. Siapa tahu....ahaha udah tau kan? :P. Sumpah beneran kaget!! Tapi yah itu kan memori 10 tahun yang lalu, apa harus saya percayai? Ah, saya sih biasa-biasa aja. Halah buat apa pikirin hal yang udah lalu yah?
Unforgetable Dreams
Mimpi? Semua orang pasti mengalaminya kan? Kalau ada yang bilang tidak, pasti sebenarnya dia cuma tidak ingat dengan mimpinya itu. Biasanya yah namanya juga bunga tidur, jadi wajar saja kalau dilupakan. Tapi bagaimana dengan mimpi yang tidak dapat dilupakan? Menurut versi saya yang begitu seenaknya mungkin karena:
1.Begitu indah, menyeramkan, mengkhawatirkan, menyedihkan. Bisa dibilang menurut kesan yang ditinggalkan sehingga menimbulkan emosi tertentu.
Ex: mimpi mendapat uang banyak: mimpi yang indah.
2. Plotnya seru*ditimpukin sendal* Serius kok....kadang ada mimpi yang seperti dalam cerita. Sehingga bagi orang yang menyukai plotnya pasti gimana gitu ya...
Ex: Kisah Cinta Seorang Raja Tua dan Gadis Jelita(Pengalaman sendiri).
3. Kelihatannya ada hubungannya dengan masa lalu, masa depan dan masa sekarang. Ada juga mimpi yang kelihatannya ada hubungannya dengan hal-hal diatas. Ex: The Girl, Boy, Golden Rose and Red Roses( Lagi-lagi pengalaman sendiri)
4. Pertemuan dengan orang yang sangat kita sayangi,rindukan dsb. Nah siapa memangnya yang tidak ingin? Apa lagi kalau orangnya sudah tidak mungkin ditemui lagi.
Ex: Bertemu teman lama
5. Mimpi yang jadi kenyataan, wah!!apalagi yang ini, kalau menyenangkan siapa yang tidak mau coba? Tapi kalau buruk pasti meninggalkan luka yang amat dalam, iya kan?
Yah, begitulah kira-kira mimpi yang bisa dikategorikan kedalam mimpi yang tidak terlupakan yang tentu saja dalam pandangan saya. Kini tugas Anda untuk mengomentari(Eh? terserah), mencernanya dalam otak Anda.
1.Begitu indah, menyeramkan, mengkhawatirkan, menyedihkan. Bisa dibilang menurut kesan yang ditinggalkan sehingga menimbulkan emosi tertentu.
Ex: mimpi mendapat uang banyak: mimpi yang indah.
2. Plotnya seru*ditimpukin sendal* Serius kok....kadang ada mimpi yang seperti dalam cerita. Sehingga bagi orang yang menyukai plotnya pasti gimana gitu ya...
Ex: Kisah Cinta Seorang Raja Tua dan Gadis Jelita(Pengalaman sendiri).
3. Kelihatannya ada hubungannya dengan masa lalu, masa depan dan masa sekarang. Ada juga mimpi yang kelihatannya ada hubungannya dengan hal-hal diatas. Ex: The Girl, Boy, Golden Rose and Red Roses( Lagi-lagi pengalaman sendiri)
4. Pertemuan dengan orang yang sangat kita sayangi,rindukan dsb. Nah siapa memangnya yang tidak ingin? Apa lagi kalau orangnya sudah tidak mungkin ditemui lagi.
Ex: Bertemu teman lama
5. Mimpi yang jadi kenyataan, wah!!apalagi yang ini, kalau menyenangkan siapa yang tidak mau coba? Tapi kalau buruk pasti meninggalkan luka yang amat dalam, iya kan?
Yah, begitulah kira-kira mimpi yang bisa dikategorikan kedalam mimpi yang tidak terlupakan yang tentu saja dalam pandangan saya. Kini tugas Anda untuk mengomentari(Eh? terserah), mencernanya dalam otak Anda.
Rules!!!!Rules!!!
It's too late, huh? Yah tapi berhubung karena gaya posting saya yang begitu aneh, saya kira saya perlu menyampaikannya hal-hal itu adalah: 1.Bagi yang mau membaca dengan cepat postingan saya alias the latest post-nya silakan perhatikan, bagi post yang utuh mungkin tidak apa-apa ex: The Curse of The Twilight. Tapi bagaimana dengan yang tidak utuh? ex: Unforgetable Dreams~Part 1~. Baiklah, bagi yang ingin melihat versi 'rapi'nya silakan kunjungi lagi blog saya paling cepat sore hari pada hari Sabtu, Karena biasanya saya mengupdatenya pada siang hari hingga sore hari, kelihatannya saya seenaknya saja ya?(huh?) 2. Bagi yang mau komentar(memangnya ada?) Di post yang tidak utuh barusan, silakan di part 1 saja. Hmm...ini saja dulu, kalau sempat nanti saya update*seenaknya mode*
Langganan:
Postingan (Atom)
