Minggu, 30 November 2008

The Beginning

Sang Ratu duduk diatas kursi di meja kerjanya dengan setumpuk data laporan tentang hal-hal yang belum diselesaikan. Wajahnya tampak kusut, hatinya tidak tenang. Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar.

"Ya, silakan masuk"

Seorang pria memasuki ruangan itu. Wajahnya sudah tak asing lagi, siapa lagi kalau bukan Sang Perdana Menteri, Valdian Willhelm. Dia berjalan dengan tampak berwibawa dan menghampiri Sang Ratu.

"Selamat Pagi, Yang Mulia"Ujarnya seperti biasa sambil memberi hormat.

Dengan senyum yang dibuat-buat dengan suara agak parau Sang Ratu menjawab

"Pagi..."

"Ah...Yang Mulia, Anda tidak apa-apa?"Tanya PM Val dengan suara setengah khawatir.

"Iya" Jawab Sang Ratu "Tidak apa-apa kok"

"Sepertinya kondisi Anda agak mengkhawatirkan"Ujarnya"Apa perlu saya panggil Flora?"

"Oh, tidak usah....benar kok saya tidak apa-apa"Ujar Sang Ratu lagi

Sang Perdana Menteri melihat banyaknya laporan diatas meja kerjanya

Hmm... Sepertinya beliau kelelahan Pikirnya

"Yang Mulia..." Ujarnya sambil menatap Sang Ratu dengan mata hijaunya itu, membuat Sang Ratu menelan ludahnya sendiri.

"Ya...ada apa?" Tanyanya dengan suara tegas yang agak dibuat-buat karena gugup.

"Sebenarnya saya agak segan untuk mengatakannya"

Memangnya kenapa?Tanya Sang Ratu dalam hati.

"Tidak apa-apa, katakan saja..." Ujar Sang Ratu sambil melirik ke arah lain karena tidak sanggup melihat matanya.

PM Val tidak terlalu ambil pusing"Begini Yang Mulia...."

"Ya....."Suaranya agak pelan kali ini, hatinya bersorak

Ada apa?!

"Sebenarnya saya ingin membicarakan ini ditempat lain, karena rasnya ini bukan tempat yang tepat....Apa Anda keberatan yang mulia?"

Sang Ratu mulai panik dalam hati Ada apa sebenarnya????

"Oh tidak...sama sekali tidak. Baiklah dimana kira-kira kita bisa membicarakannya?"Tanyanya dengan ekspresi dan suara sok tenang.

"Saya kira di Dining Room di lantai 2..."

"Baiklah, saya rasa tidak masalah, Jam berapa Anda menunggu saya di sana?"

"Bagaimana kalau pukul 15.oo pada waktu afternoon tea"

Sang Ratu yang mulai panik dalam hati ; ingin menyelesaikan percakapan secepat mungkin menjawab

"Baiklah..."

"Terima kasih Yang Mulia...Maaf apa boleh saya pergi sekarang?"

"Oh,Silakan...."

"Baik, sampai jumpa Yang Mulia" Ujarnya sambil tersenyum dan memberi hormat. 

Tak lama ia pun menghilang dibalik pintu. Sementara itu, Sang ratu segera menyegel pintunya dan tidak mengizinkan siapapun masuk lagi. 

Haa....Val...kenapa kau selalu memandangku seperti itu????

Wajahnya tampak memerah, Tapi setelah itu dia segera menenangkan dirinya ; melanjutkan melihat laporan lagi.