Kamis, 25 Desember 2008

The Curse of The Twilight Next Part

Behind The Story
Disambung lagi yah...hehehe

"Lepaskan sihir pelindung itu!"

Tanpa menoleh dia menjawab "Baik Yang Mulia" Lalu dia dengan cepat mundur sambil memberi hormat.

Pada saat yang bersamaan sebuah panah sihir angin melesat dengan cepat menuju Ratu Sara. Ratu Sara menyadarinya dan dalam waktu singkat itu ia pun mengarahkan tongkatnya ke hadapan panah itu. Seketika itu juga panah itu berhenti tepat di hadapannya. Tidak hanya itu, Tuan Flute yang tadinya memberi hormat padanya masih belum kembali ke posisi asalnya, PM Val yang berlari hendak menghampirinya terhenti langkahnya, begitu juga dengan yang lainnya. Suasana disana diliputi kebisuan yang tentu saja bukan dikarenakan keinginan mereka.

Ratu Sara melihat ke samping kanannya-posisi dimana dirinya hampir ditusuk oleh panah angin itu secara diagonal, dia pun segera menghadap ke arah panah itu dan melihat ke jarak sekitar 5 meter dari sana, seorang wanita yang berpakaian penyihir berwarna violet yang dengan ironisnya adalah salah satu dari penyihir muda terbaik di istananya merentangkan tangannya dengan mulut terbuka seperti orang yang mengucapkan mantra. Ratu Sara merasa bahwa dia sudah tidak perlu menduga-duga lagi soal itu, dia hanya menghela nafas panjang.

"Merasa kecewa, Yang Mulia?"

Ratu Sara terkejut bukan main dan menoleh ke arah jendela tempat monster tadi;mencari asal suara yang begitu terdengar lembut dengan nada sarkastis tersebut, tapi tidak ada siapa-siapa di luar sana apalagi monster itu.

"Saya disini, Yang Mulia" Ucap suara itu.

Ratu Sara kini tanpa ragu lagi menoleh ke arah dimana penyihir yang berada di posisi kedua dari depan dan kedua dari ataupun kanan dalam formasi penyihir tersenyum padanya yang kemudian menghampirinya dan tak lama kemudian memberi hormat.

"Maafkan kelancangan saya Yang Mulia"Ujarnya dengan nada tidak bersalah sambil menatap Ratu Sara.
"Bisakah Anda menjelaskan semua ini?" Tanya Ratu Sara.
"Tentu saja" Jawabnya sambil tersenyum "Anda mau mulai dari mana Yang Mulia?"

Ratu Sara menjawab dengan nada datar"Dari mana saja..."Lalu dia pergi ke arah jendela menoleh ke arahnya "Asalkan sebelum senja tiba"

Wanita itu tersenyum tipis ke arah Ratu Sara.

~Houdini POV~

Houdini dengan cepat turun dengan satu lompatan sederhana dan berkata pada Hortez "Tunggu aku disini"
Hortez mengangguk serta bersuara pelan serta parau tanda setuju. Houdini menatap ke arah 10 meter dihadapannya lalu berjalan dengan langkah tergesa-gesa diantara barisan cemara yang tampak anggun berdiam disisi kiri dan kanannya.

2 komentar:

Anonim mengatakan...

Ckckckck, bagus, bagus, komentar saya ga banyak, cuma disusun ulang ya sis? biar orang-orang ga bingung, sisanya ga ada komen

Chaos Princess The Bloody Mary mengatakan...

Hehe...iya deh, Btw susah ya komennya??? Padahal bisa juga tulis nama ya....Apa boleh buat, Saya ga punya kompi, hehehe...Thank you ya buat komennya