Senin, 08 Desember 2008

Afternoon Tea time

~Sara POV~

Sore itu, Ratu Sara yang memakai gaun biru laut yang sangat indah ditemani Flora yang memakai dress berwarna hijau muda memasuki dining room. Suasana tampak ramai, banyak pejabat-pejabat istana yang datang. Meja-meja bundar dipenuhi teko teh dan cangkir-cangkir dan tak lupa kue-kue sebagai pelengkap acara afternoon tea itu.

Di meja yang dekat dengan jendela yang disinari mentari sore itu, tampaklah PM Val duduk disana menanti Ratu Sara. Wajahnya yang diterpa mentari sore itu tampak memesona. Dalam waktu yang hanya sesaat itu, Ratu Sara sudah melayang-layang di 'kayangan'nya sendiri.

"Yang Mulia...."Panggil Flora pelan; menjatuhkannya dari 'kayangan' itu.

PM Val menoleh ke arahnya.  Akhirnya datang juga

Ratu Sara berkata pada Flora"Ayo, kita bergegas ke sana."

"Baik,Yang Mulia" Jawabnya dengan sigap.

Flora pun membantunya membukakan jalan baginya. Semua orang pun segan pada Ratu Sara dan membukakan jalan baginya seraya memberi hormat. Dalam langkah yang tenang dan anggun, Ratu Sara menghampiri meja PM Val disusul oleh Flora yang berada dibelakangnya. Flora pun segera menarikkan kursi untuknya.

"Flora, duduklah" Ujar Ratu Sara setelah duduk di kursi itu.

"Eh, saya?" Tanya Flora keheranan.

"Tentu saja" Jawab Ratu Sara sambil tersenyum ramah.

"Sungguh suatu kehormatan, Yang Mulia, Terima Kasih banyak" Ucap Flora dengan penuh rasa hormat.

"Sama sama"Jawabnya Sambil tersenyum lagi"Anda juga tidak keberatan kan?"Tanyanya pada PM Val.

"Tentu saja tidak,silakan!"Jawabnya sambil tersenyum.

"Ah, Terima Kasih, Yang Mulia, Tuan Perdana Menteri juga!!" Keduanya pun tersenyum.

Tak lama, datanglah pelayan yang menuangkan teh ke dalam cangkir-cangkir.

"Hmm...aroma ini, Teh Ceylon"Ujar Ratu Sara lalu dia meminumnya sedikit.

"Anda memang jeli, Yang Mulia!"Puji PM Val.

Ratu Sara tersipu malu dalam hati, tapi segera disembunyikan olehnya. Tiba-tiba, terdengar suara alunan musik klasik dari atas panggung.

Sementara itu seraya menikmati cookiesnya untuk menutupi rasa degdegannya, Ratu Sara membuka pembicaraan

"Baiklah, kembali ke tujuan semula. Sebenarnya hal apa yang mau Anda, bicarakan?"

PM Val meminum tehnya seusai melahap sedikit butter rollnya lalu menjawab "Baiklah Yang Mulia, akan saya jelaskan sekarang"

~Houdini POV~

Houdini memasuki ruangan itu dengan langkah cepat; menghindari para fangirlnya dibelakang. Lalu, dia pun secepatnya memilih meja di dekat dinding.  Huff.

"Akhirnya kamu berhasil lepas dari mereka juga ya...."

Houdini menoleh pada pria gemuk bertubuh pendek yang kini ada di samping kursinya

"Silakan duduk, Tuan Flute"

"Ah, Terima Kasih" Ucapnya sambil duduk "Ngomong-ngomong, Tuan Houdini. Tidak biasanya Anda datang ke acara seperti ini, bukan?"

"Memang tidak, hanya saja saya punya janji disini"Jawab Houdini

"Haha...akhirnya Anda punya pendamping juga"

Houdini tersenyum sarkastis"Hoo...sepertinya Anda akan iri pada saya, ya?"

"Hahaha!! Siapa yang tidak iri pada kamu??? Cerdas, tampan, baik hati, punya jabatan yang tinggi lagi...Hahaha!!" Ujar Tuan Flute sambil tertawa.

"Yah, beruntung sekali rasanya dikejar para wanita yang "baik hati" itu"Ujar Houdini dengan nada sarkastis.

"Sudahlah, tidak usah bilang begitu...lagipula nasibmu masih lebih baik..."Ujar Tuan Flute pelan.

Houdini tidak menjawab; perhatiannya tersita pada sesuatu yang aneh yang mendekat di jendela tempat Ratu Sara berada.  Apa itu?

Dia menoleh pada Tuan Flute"Tuan Flute...."

"Ya?"

"Ayo, ikutilah saya!"Ujarnya sambil menarik tangan Tuan Flute.

"Hei, apa-apaan ini?!" Tuan Flute pun segera mengambil Cookies dan berjalan sambil memakannya.

~Sara POV~

"Lantas, bagaimana?"

"Begini, sebenarnya..."

"Yang Mulia, Tuan Val!!! Lihat itu!!!"Teriak Flora sambil menunjuk kearah jendela.

Seraya mengerutkan kening PM Val menoleh "Memangnya kena..."Kemudian dia pun melihat makhluk aneh di depan jendela super besar itu "Pa?"

Sementara itu, tampaklah seorang pria gemuk yang sedang memasang Shield Magic

Kenapa makhluk semacam itu bisa ada disini? Tanya Ratu Sara dalam hati.

"Kyaa!! Makhluk apa itu?!!!"Orang-orang yang berada disana mulai panik. Alunan musik klasik itupun berhenti. Makhluk aneh itu berwarna hitam pekat, matanya berwarna putih, bersayap lebar berbentuk seperti naga, bertanduk melengkung seperti domba Tubuhnya yang tegap itu melayang-layang lalu bersiap seperti ingin menerjang jendela.

"Yang Mulia..."Panggil pria yang berambut panjang dikuncir yang baru saja menghampirinya.

"Apa ada yang ingin Anda sampaikan, Tuan Houdini?"

"Tentu Yang Mulia, ada baiknya dalam kondisi seperti ini kita mengumpulkan para penyihir disini. Lalu mengungsikan yang lainnya ke ruangan lain. Menurut prediksi saya, sepertinya makhluk semacam ini akan muncul lagi nantinya. Kami menunggu tindakan Anda selanjutnya"Jelas Houdini.

"Bagaimana dengan Anda sendiri?" Tanya Ratu Sara "Saya akan menuju The Gate"Jawabnya mantap.

"Baiklah, terima kasih. Segera laksanakan tugasmu!!"

"Siap, Yang Mulia!!" Uajrnya sambil meninggalkan ruangan.

"Flora, tolong panggilkan Nona Haruka dan Tuan Foster kemari" Perintah Ratu Sara.

"Baik yang mulia!!!"

Setelah Flora pergi mencari kedua orang itu, Ratu Sara pun berkata pada PM Val

"Ayo, kita juga bersiap-siap"

PM Val terkejut mendengarnya"Yang Mulia....Jangan bilang kalau Anda..."

Ratu Sara menyelanya"Maaf, tapi sepertinya yang Anda duga itu benar"

Dia pun menukar gaunnya dengan dress penyihir dengan sihirnya. "Yang Mulia...."

Afternoon Tea Party~End~

Tidak ada komentar: