Jumat, 26 Desember 2008

Pain and Relief

Pagi itu hujan turun rintik-rintik. Saya pun duduk untuk belajar tentang seni. Tak lama, guru pengawas pun masuk diiringi murid-murid yang pagi itu diawasinya, begitu juga dengan saya. Saya duduk dikursi ketiga dari empat kursi di bagian depan;menunggu soalnya dibagikan. Benar saja, setelah itu soal dan lembar jawaban sudah didepan mata. Saya memandangnya Ow lumayan....ucap saya dalam hati seraya mengisi jawabannya.

Begitu sampai ke bagian menentukan akor dari nada kreis dan mol, saya mulai tidak enak hati Mulai muncul kenangan yang membuat hati saya luar biasa sakit setiap saya mengeja nada kreis dan molnya.
" f...g...a...bes ah..." begitu dst

Bahkan tak satu pun lagu yang kusenandungkan dalam hati dapat mengobati rasa sakit hati ini. Sampai akhirnya saya memohon pada Yang Di Atas agar diberikan hal yang terbaik untuk saya.

Segera saya secepatnya keluar setelah waktu habis dan menghindar dari teman-teman cewek(yaiyalah saya cewek) lalu mempelajari agama dan mendiskusikannya dengan teman-teman cowok saya Yang menghampiri saya;membahas tafsir, mantiq, musyarakah, kapan perang salib sampai-sampai masa iddah yang pada akhirnya tidak keluar saat ujian,hahaha...Tapi tetap saja ha....you must be know what i mean.

Saat masuk malah bukan hati yang sakit, malah perut yang sakit lantaran belum sarapan. Tapi, biarlah...biar saya melupakan rasa sakit hati saya. Semua lancar biarpun agak tersendat-sendat. Well, seharusnya wajar saja; kemampuan yang sudah diasah sejak umur 5 tahun itu tidak boleh hilang sekalipun saya Sudah tidak bisa menggunakan logika saya. Begitulah adanya. Hal yang membuat saya lega adalah hasil tes bahasa inggris saya, oh that's a relief right? Soalnya saya cuma belajar 5 menit eh bahkan kurang. Ha...ingin rasanya menari-nari biarpun cuma dalam hati, Tapi....

Kamis, 25 Desember 2008

The Curse of The Twilight Next Part

Behind The Story
Disambung lagi yah...hehehe

"Lepaskan sihir pelindung itu!"

Tanpa menoleh dia menjawab "Baik Yang Mulia" Lalu dia dengan cepat mundur sambil memberi hormat.

Pada saat yang bersamaan sebuah panah sihir angin melesat dengan cepat menuju Ratu Sara. Ratu Sara menyadarinya dan dalam waktu singkat itu ia pun mengarahkan tongkatnya ke hadapan panah itu. Seketika itu juga panah itu berhenti tepat di hadapannya. Tidak hanya itu, Tuan Flute yang tadinya memberi hormat padanya masih belum kembali ke posisi asalnya, PM Val yang berlari hendak menghampirinya terhenti langkahnya, begitu juga dengan yang lainnya. Suasana disana diliputi kebisuan yang tentu saja bukan dikarenakan keinginan mereka.

Ratu Sara melihat ke samping kanannya-posisi dimana dirinya hampir ditusuk oleh panah angin itu secara diagonal, dia pun segera menghadap ke arah panah itu dan melihat ke jarak sekitar 5 meter dari sana, seorang wanita yang berpakaian penyihir berwarna violet yang dengan ironisnya adalah salah satu dari penyihir muda terbaik di istananya merentangkan tangannya dengan mulut terbuka seperti orang yang mengucapkan mantra. Ratu Sara merasa bahwa dia sudah tidak perlu menduga-duga lagi soal itu, dia hanya menghela nafas panjang.

"Merasa kecewa, Yang Mulia?"

Ratu Sara terkejut bukan main dan menoleh ke arah jendela tempat monster tadi;mencari asal suara yang begitu terdengar lembut dengan nada sarkastis tersebut, tapi tidak ada siapa-siapa di luar sana apalagi monster itu.

"Saya disini, Yang Mulia" Ucap suara itu.

Ratu Sara kini tanpa ragu lagi menoleh ke arah dimana penyihir yang berada di posisi kedua dari depan dan kedua dari ataupun kanan dalam formasi penyihir tersenyum padanya yang kemudian menghampirinya dan tak lama kemudian memberi hormat.

"Maafkan kelancangan saya Yang Mulia"Ujarnya dengan nada tidak bersalah sambil menatap Ratu Sara.
"Bisakah Anda menjelaskan semua ini?" Tanya Ratu Sara.
"Tentu saja" Jawabnya sambil tersenyum "Anda mau mulai dari mana Yang Mulia?"

Ratu Sara menjawab dengan nada datar"Dari mana saja..."Lalu dia pergi ke arah jendela menoleh ke arahnya "Asalkan sebelum senja tiba"

Wanita itu tersenyum tipis ke arah Ratu Sara.

~Houdini POV~

Houdini dengan cepat turun dengan satu lompatan sederhana dan berkata pada Hortez "Tunggu aku disini"
Hortez mengangguk serta bersuara pelan serta parau tanda setuju. Houdini menatap ke arah 10 meter dihadapannya lalu berjalan dengan langkah tergesa-gesa diantara barisan cemara yang tampak anggun berdiam disisi kiri dan kanannya.

Selasa, 23 Desember 2008

The Gate to The Dreams

Welcome to the gate of dreams! Disinilah saya akan menceritakan mimpi-mimpi saya yang kira-kira layak untuk diceritakan. Lalu seperti biasa tugas Anda sebagai pengunjung dan juga pembacalah untuk mencernanya dalam otak Anda dan kalau sudi mengomentarinya. Baiklah langsung saja inilah dia *Jreng, jreng jreng!!!!*

~The Girl, Boy, Golden Rose And Red Roses~
Mimpi yang terjadi saat saya berumur 6 tahun, waktu itu sebenarnya saya tidak percaya cinta dan menganggap orang yang mengalaminya itu bodoh. Terang saja saya kaget waktu mengalami mimpi seperti ini.

Awalnya dari adegan yang entah apa langsung berpindah ke adegan dengan detail seperti ini: Saya sedang berdiri sambil memegangi mawar emas yang indah sekali (namanya juga mawar, warna emas lagi :P). Semua orang yang melewati saya mengaguminya. Sampai akhirnya seorang anak laki-laki yang berwajah oriental (maaf cuma ingat itu saja >.<) menghampiri saya sambil membawa sebuket mawar merah. Entah kenapa saat itu saya begitu menyukainya.

Kami pun saling bertukar bunga. Saya mendapat buket mawar merahnya sementara dia mawar emasnya. Lalu dia pergi meninggalkan saya begitu saja. Teman-teman saya bilang supaya mengingat-ingat wajah anak laki-laki itu. Siapa tahu....ahaha udah tau kan? :P. Sumpah beneran kaget!! Tapi yah itu kan memori 10 tahun yang lalu, apa harus saya percayai? Ah, saya sih biasa-biasa aja. Halah buat apa pikirin hal yang udah lalu yah?

Unforgetable Dreams

Mimpi? Semua orang pasti mengalaminya kan? Kalau ada yang bilang tidak, pasti sebenarnya dia cuma tidak ingat dengan mimpinya itu. Biasanya yah namanya juga bunga tidur, jadi wajar saja kalau dilupakan. Tapi bagaimana dengan mimpi yang tidak dapat dilupakan? Menurut versi saya yang begitu seenaknya mungkin karena:

1.Begitu indah, menyeramkan, mengkhawatirkan, menyedihkan. Bisa dibilang menurut kesan yang ditinggalkan sehingga menimbulkan emosi tertentu.
Ex: mimpi mendapat uang banyak: mimpi yang indah.

2. Plotnya seru*ditimpukin sendal* Serius kok....kadang ada mimpi yang seperti dalam cerita. Sehingga bagi orang yang menyukai plotnya pasti gimana gitu ya...
Ex: Kisah Cinta Seorang Raja Tua dan Gadis Jelita(Pengalaman sendiri).

3. Kelihatannya ada hubungannya dengan masa lalu, masa depan dan masa sekarang. Ada juga mimpi yang kelihatannya ada hubungannya dengan hal-hal diatas. Ex: The Girl, Boy, Golden Rose and Red Roses( Lagi-lagi pengalaman sendiri)

4. Pertemuan dengan orang yang sangat kita sayangi,rindukan dsb. Nah siapa memangnya yang tidak ingin? Apa lagi kalau orangnya sudah tidak mungkin ditemui lagi.
Ex: Bertemu teman lama

5. Mimpi yang jadi kenyataan, wah!!apalagi yang ini, kalau menyenangkan siapa yang tidak mau coba? Tapi kalau buruk pasti meninggalkan luka yang amat dalam, iya kan?

Yah, begitulah kira-kira mimpi yang bisa dikategorikan kedalam mimpi yang tidak terlupakan yang tentu saja dalam pandangan saya. Kini tugas Anda untuk mengomentari(Eh? terserah), mencernanya dalam otak Anda.

Rules!!!!Rules!!!

It's too late, huh? Yah tapi berhubung karena gaya posting saya yang begitu aneh, saya kira saya perlu menyampaikannya hal-hal itu adalah: 1.Bagi yang mau membaca dengan cepat postingan saya alias the latest post-nya silakan perhatikan, bagi post yang utuh mungkin tidak apa-apa ex: The Curse of The Twilight. Tapi bagaimana dengan yang tidak utuh? ex: Unforgetable Dreams~Part 1~. Baiklah, bagi yang ingin melihat versi 'rapi'nya silakan kunjungi lagi blog saya paling cepat sore hari pada hari Sabtu, Karena biasanya saya mengupdatenya pada siang hari hingga sore hari, kelihatannya saya seenaknya saja ya?(huh?) 2. Bagi yang mau komentar(memangnya ada?) Di post yang tidak utuh barusan, silakan di part 1 saja. Hmm...ini saja dulu, kalau sempat nanti saya update*seenaknya mode*

Selasa, 16 Desember 2008

Mosquito Pheromone(Alice???)

Pertama-tama dan yang paling utama, saya minta maaf kepada fans-fans saya yang menantikan diri saya!!!!*ditendang* sori, yang bener menantikan kelanjutan the story(itupun kalau ada) ya sudahlah, maaf membuat kalian semua menikmati keegoisan saya dengan nikmatnya,hahahaha!!!*lebai mode* yang jelas, saya cuma pengen berbagi cerita tentang kondisi saya sekarang, key lanjut!!!

Malam ini, bulan bersinar dengan indahnya yang tidak bisa dibandingkan dengan kondisi terburuk saat ini yaitu *jreng jreng jreng* yep mati lampu!!! Dan yang paling buruk malah lilinnya gak ada!!!mana saya takut gelap lagi,biarpun ga setakut dulu. Tentu saja masalah yang tidak dapat dipungkiri adalah berfungsinya mosquito pheromone (alice???) saya sehingga mereka tergoda untuk mendekat dan menghisap darah saya. Dan disinilah sodara-sodara, saya dgn baju santai plus berselimut duduk didepan jendela ruang tv

Ngomong mengenai mosquito pheromone, sy jd kepikiran mengenai sebuah pertanyaan :"kenapa nyamuk-nyamuk mendekati saya?" yah mungkin saya terlalu mempesona*ga ditendang sih,tapi dihajar* apa cuma perasaan saya saja yah, tapi yang jelas saya tidak berniat untuk mendonorkan darah saya pada nyamuk sekarang dan selamanya*korban love story,ceilah* Mana lotion anti nyamuk ga ada lagi. Belum lagi masalah yang dihadapi yaitu....liat aja judul berikutnya hehehe :P*Dihajar segenap pengunjung blog*

Jumat, 12 Desember 2008

The Curse of The Twilight

~Houdini POV~

Sore itu tampak cerah meskipun keadaan di istana sedang gawat-gawatnya. Houdini tampak berdiri di halaman istana sambil memandangi langit yang menunjukkan bahwa dalam beberapa jam lagi, petang pun akan tiba. Dia tampak gelisah. Gawat! Kalau tugas ini tak kuselesaikan sebelum senja tiba, bisa-bisa... Ah, lebih baik aku mempersiapkan diri terlebih dahulu.

Tak lama, dia pun segera mengganti jas resminya dengan yang lebih longgar dibagian dada, potongannya membuat tubuhnya tampak berlekuk. Warnanya pun abu-abu yang cerah, ditambah dengan celana panjang abu-abu dari bahan cotton dan lycra. Fuh, sudah selesai pikirnya lega.

Selanjutnya dia membaca mantra "Muncullah, Hortez!!" Panggilnya seusai membaca mantra.

Tiba-tiba muncul lingkaran hitam yang berputar-putar bersama warna-warna gelap lainnnya. Makhluk itu mengeluarkan tubuhnya dengan urutan: kedua kakinya, tubuhnya yang penuh sisik mengerikan, kepalanya yang bertanduk seperti naga, lalu ekornya yang keseluruhannya berwarna hitam pekat. Tingginya 5 meter dengan panjang tubuh ditambah ekor 10 meter. Dia tak bersuara dan berbicara kecuali dengan tuannya.

Dia segera berbalik kearah tuannya, menatapnya dengan mata coklatnya, lalu menutup matanya dan menunduk memberi hormat.

Houdini menghampirinya "Ayo, Hortez! Kita tidak punya waktu lagi!"

Hortez pun mengangguk tanda setuju. Houdini pun segera menaiki punggungnya. Tak lama, Hortez pun melesat cepat di angkasa. Tinggal 2 jam lagi, senja akan tiba.

"Sungguh langit yang menyedihkan" ucapnya pelan

~Sara POV~

"Siap Yang Mulia!!!"Seru Nona Haruka dan Tuan Foster demi melaksanakan tugasnya.

Nona Haruka pun segera memindahkan semua meja, kursi dan lainnya dengan sihirnya. Sementara Tuan Foster memposisikan pasukan penyihir dengan urutan dari depan ke belakang: 2, 3, 4, 5 orang penyihir untuk bagian tengah, 4 penyihir dikiri dan kanan. Penyihir cadangan berpatroli dalam istana.

"Yang Mulia!!! Hentikan!!!" Teriak PM Val ketika Ratu Sara berada di posisi paling depan pasukan penyihir.

Ratu Sara makin tidak bisa menahan perasaannya sendiri. Tapi kemudian, dia mencoba mengatasinya dengan menghirup nafas dalam dalam lalu dikeluarkannya. Lalu dia membalikkan badannya seraya berkata

" Anda ini bicara apa? Bukankah sudah tugas pemimpin negara untuk memberi rasa aman pada rakyatnya? Baik itu berada di garis depan dalam pertempuran maupun memberi semangat? Ingatlah, kita adalah pemimpin, bukan penguasa..."

"Tapi Yang Mulia..." Ratu Sara dengan cepat berbalik dan memberi perintah pada Tuan Flute

Behind The Story

Belum disambung, sori... :P

Senin, 08 Desember 2008

Afternoon Tea time

~Sara POV~

Sore itu, Ratu Sara yang memakai gaun biru laut yang sangat indah ditemani Flora yang memakai dress berwarna hijau muda memasuki dining room. Suasana tampak ramai, banyak pejabat-pejabat istana yang datang. Meja-meja bundar dipenuhi teko teh dan cangkir-cangkir dan tak lupa kue-kue sebagai pelengkap acara afternoon tea itu.

Di meja yang dekat dengan jendela yang disinari mentari sore itu, tampaklah PM Val duduk disana menanti Ratu Sara. Wajahnya yang diterpa mentari sore itu tampak memesona. Dalam waktu yang hanya sesaat itu, Ratu Sara sudah melayang-layang di 'kayangan'nya sendiri.

"Yang Mulia...."Panggil Flora pelan; menjatuhkannya dari 'kayangan' itu.

PM Val menoleh ke arahnya.  Akhirnya datang juga

Ratu Sara berkata pada Flora"Ayo, kita bergegas ke sana."

"Baik,Yang Mulia" Jawabnya dengan sigap.

Flora pun membantunya membukakan jalan baginya. Semua orang pun segan pada Ratu Sara dan membukakan jalan baginya seraya memberi hormat. Dalam langkah yang tenang dan anggun, Ratu Sara menghampiri meja PM Val disusul oleh Flora yang berada dibelakangnya. Flora pun segera menarikkan kursi untuknya.

"Flora, duduklah" Ujar Ratu Sara setelah duduk di kursi itu.

"Eh, saya?" Tanya Flora keheranan.

"Tentu saja" Jawab Ratu Sara sambil tersenyum ramah.

"Sungguh suatu kehormatan, Yang Mulia, Terima Kasih banyak" Ucap Flora dengan penuh rasa hormat.

"Sama sama"Jawabnya Sambil tersenyum lagi"Anda juga tidak keberatan kan?"Tanyanya pada PM Val.

"Tentu saja tidak,silakan!"Jawabnya sambil tersenyum.

"Ah, Terima Kasih, Yang Mulia, Tuan Perdana Menteri juga!!" Keduanya pun tersenyum.

Tak lama, datanglah pelayan yang menuangkan teh ke dalam cangkir-cangkir.

"Hmm...aroma ini, Teh Ceylon"Ujar Ratu Sara lalu dia meminumnya sedikit.

"Anda memang jeli, Yang Mulia!"Puji PM Val.

Ratu Sara tersipu malu dalam hati, tapi segera disembunyikan olehnya. Tiba-tiba, terdengar suara alunan musik klasik dari atas panggung.

Sementara itu seraya menikmati cookiesnya untuk menutupi rasa degdegannya, Ratu Sara membuka pembicaraan

"Baiklah, kembali ke tujuan semula. Sebenarnya hal apa yang mau Anda, bicarakan?"

PM Val meminum tehnya seusai melahap sedikit butter rollnya lalu menjawab "Baiklah Yang Mulia, akan saya jelaskan sekarang"

~Houdini POV~

Houdini memasuki ruangan itu dengan langkah cepat; menghindari para fangirlnya dibelakang. Lalu, dia pun secepatnya memilih meja di dekat dinding.  Huff.

"Akhirnya kamu berhasil lepas dari mereka juga ya...."

Houdini menoleh pada pria gemuk bertubuh pendek yang kini ada di samping kursinya

"Silakan duduk, Tuan Flute"

"Ah, Terima Kasih" Ucapnya sambil duduk "Ngomong-ngomong, Tuan Houdini. Tidak biasanya Anda datang ke acara seperti ini, bukan?"

"Memang tidak, hanya saja saya punya janji disini"Jawab Houdini

"Haha...akhirnya Anda punya pendamping juga"

Houdini tersenyum sarkastis"Hoo...sepertinya Anda akan iri pada saya, ya?"

"Hahaha!! Siapa yang tidak iri pada kamu??? Cerdas, tampan, baik hati, punya jabatan yang tinggi lagi...Hahaha!!" Ujar Tuan Flute sambil tertawa.

"Yah, beruntung sekali rasanya dikejar para wanita yang "baik hati" itu"Ujar Houdini dengan nada sarkastis.

"Sudahlah, tidak usah bilang begitu...lagipula nasibmu masih lebih baik..."Ujar Tuan Flute pelan.

Houdini tidak menjawab; perhatiannya tersita pada sesuatu yang aneh yang mendekat di jendela tempat Ratu Sara berada.  Apa itu?

Dia menoleh pada Tuan Flute"Tuan Flute...."

"Ya?"

"Ayo, ikutilah saya!"Ujarnya sambil menarik tangan Tuan Flute.

"Hei, apa-apaan ini?!" Tuan Flute pun segera mengambil Cookies dan berjalan sambil memakannya.

~Sara POV~

"Lantas, bagaimana?"

"Begini, sebenarnya..."

"Yang Mulia, Tuan Val!!! Lihat itu!!!"Teriak Flora sambil menunjuk kearah jendela.

Seraya mengerutkan kening PM Val menoleh "Memangnya kena..."Kemudian dia pun melihat makhluk aneh di depan jendela super besar itu "Pa?"

Sementara itu, tampaklah seorang pria gemuk yang sedang memasang Shield Magic

Kenapa makhluk semacam itu bisa ada disini? Tanya Ratu Sara dalam hati.

"Kyaa!! Makhluk apa itu?!!!"Orang-orang yang berada disana mulai panik. Alunan musik klasik itupun berhenti. Makhluk aneh itu berwarna hitam pekat, matanya berwarna putih, bersayap lebar berbentuk seperti naga, bertanduk melengkung seperti domba Tubuhnya yang tegap itu melayang-layang lalu bersiap seperti ingin menerjang jendela.

"Yang Mulia..."Panggil pria yang berambut panjang dikuncir yang baru saja menghampirinya.

"Apa ada yang ingin Anda sampaikan, Tuan Houdini?"

"Tentu Yang Mulia, ada baiknya dalam kondisi seperti ini kita mengumpulkan para penyihir disini. Lalu mengungsikan yang lainnya ke ruangan lain. Menurut prediksi saya, sepertinya makhluk semacam ini akan muncul lagi nantinya. Kami menunggu tindakan Anda selanjutnya"Jelas Houdini.

"Bagaimana dengan Anda sendiri?" Tanya Ratu Sara "Saya akan menuju The Gate"Jawabnya mantap.

"Baiklah, terima kasih. Segera laksanakan tugasmu!!"

"Siap, Yang Mulia!!" Uajrnya sambil meninggalkan ruangan.

"Flora, tolong panggilkan Nona Haruka dan Tuan Foster kemari" Perintah Ratu Sara.

"Baik yang mulia!!!"

Setelah Flora pergi mencari kedua orang itu, Ratu Sara pun berkata pada PM Val

"Ayo, kita juga bersiap-siap"

PM Val terkejut mendengarnya"Yang Mulia....Jangan bilang kalau Anda..."

Ratu Sara menyelanya"Maaf, tapi sepertinya yang Anda duga itu benar"

Dia pun menukar gaunnya dengan dress penyihir dengan sihirnya. "Yang Mulia...."

Afternoon Tea Party~End~

Minggu, 07 Desember 2008

The Military Advisor, Houdini

Malam itu, seorang gadis kecil berambut hitam lurus yang panjang duduk di sebuah kursi kayu yang agak rapuh didalam gudang. Tampak dirinya yang sedang mencari sesuatu didalam sebuah kotak perkakas.

"Houdini!!!"

Gadis kecil itu pun menoleh untuk mencari sumber suara dengan wajah tenang. Muncullah seorang pria paruh baya yang terengah-engah. Mukanya tampak merah padam menahan kemarahan.

"Houdini!!!" Ujarnya dengan geram.

"Ya....ada apa papa?"Tanya Houdini dengan tenang sambil tersenyum

"Kau ini!!!lagi-lagi masuk ke gudang tanpa izin, membongkar-bongkar isi kotak perkakas. Selain itu kau juga merusakkan barang kesayanganku!!!" Ujarnya menyerocos panjang lebar.

"Hooo!!!"Serunya dengan ekspresi sok terkesima. "Jadi barang rongsokan itu namanya 'Benda Kesayangan', Sayangnya benda itu sama sekali tak tahan lama ya untuk sebuah 'Benda Kesayangan.'?" Balasnya dengan sarkatis sambil tertawa kecil.

"Kau ini!" Ayahnya bertambah marah "Perbaiki atau kau tak dapat makan malam!!".


Houdini tersenyum mengejek "Papa...."Ucapnya dengan pelan tanpa memudarkan senyum sarkastisnya "Aku tidak mau....memangnya untungnya bagiku? Atau bagi papa aku ini hanya pion, hmm?"

Ayahnya bertambah marah sambil mengepalkan tangannya "Kau!!! Kau tidak dapat makan malam dan malam ini tidur diluar!!!"

Houdini bangkit dari duduknya sambil berlalu "Baiklah..."

Ayahnya menatapnya dengan dingin ; hanya memandangnya yang berlalu begitu saja.

******

Houdini tersadar dari lamunannya.
"Aaaah....kenapa aku harus mengingatnya lagi...." Desahnya pelan sambil memegang kepalanya.

Setelah itu, dia segera bangkit dan menyambar jasnya untuk segera bergegas menuju Meeting Hall di lantai 1. Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar.

"Ya,masuklah" Ujarnya setelah selesai memakai jasnya.

Terdengar suara ketukan high heels dilantai, tampaklah seorang wanita berpakaian serba hitam yang sangat resmi memasuki ruangan.

"Selamat Pagi, Tuan Houdini..." Ucapnya dengan gaya yang sama konservatifnya dengan penampilannya.

"Pagi..."Jawabnya tanpa ekspresi.

Suasana yang begitu resmi dan kaku sangat terasa di ruangan itu. Bahkan bila seandainya ada orang lain yang memasuki ruangan itu, orang itu pasti akan bergegas pergi. Seolah-olah ada badai salju saja disana.

"Ada yang bisa saya bantu?" Tanya Houdini masih tanpa ekspresi saat wanita itu diam.

"Oh tidak, saya hanya ingin memberitahukan kalau pertemuan di Meeting Hall dibatalkan" Jelasnya pada Houdini.

"Hanya hal itu sajakah yang ingin Anda sampaikan, Nona Lei Ann?"Tanya Houdini untuk memastikan.

"Satu hal lagi, Tuan Perdana Menteri Val meminta Anda untuk menemuinya seusai Afternoon Tea sore ini" Jelasnya lagi.

"Apa tidak ada penjelasan lain mengenai hal itu?"

"Maaf..."Ujarnya dengan pelan tapi tegas "Saya hanya disuruh untuk menyampaikan hal itu saja, penjelasan lengkapnya bisa Anda tanyakan pada Beliau"

"Oh....Baiklah, Terima Kasih"

"Sama-sama,Maaf apa saya sudah boleh pergi?" Tanya Lei Ann.

"Silakan, Nona Lei Ann"

"Baiklah, saya permisi dulu" Lalu Lei Ann pun meninggalkan ruangan.

Tapi tak lama terdengar suara jeritannya dari luar.  Kenapa dia?. Dia pun segera keluar untuk melihat apa yang terjadi. Tampak wanita itu yang mengaduh kesakitan. Sepertinya ia terjatuh setelah keluar tadi.

"Anda tidak apa-apa?" Tanya Houdini sambil mengulurkan tangannya. Lei Ann menyambut uluran tangannya

"Ah, terima kasih!"

Lei Ann menatapnya dengan tatapan yang agak lain, tapi wajah Houdini masih tanpa ekspresi.

"Lain kali,berhati-hatilah" Ujarnya mengingatkan"Apalagi kalau sedang pakai high heels"Ujarnya sambil tanpa basa-basi lagi meninggalkan Lei Ann yang mematung disana menuju ruangannya.

Minggu, 30 November 2008

The Beginning

Sang Ratu duduk diatas kursi di meja kerjanya dengan setumpuk data laporan tentang hal-hal yang belum diselesaikan. Wajahnya tampak kusut, hatinya tidak tenang. Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar.

"Ya, silakan masuk"

Seorang pria memasuki ruangan itu. Wajahnya sudah tak asing lagi, siapa lagi kalau bukan Sang Perdana Menteri, Valdian Willhelm. Dia berjalan dengan tampak berwibawa dan menghampiri Sang Ratu.

"Selamat Pagi, Yang Mulia"Ujarnya seperti biasa sambil memberi hormat.

Dengan senyum yang dibuat-buat dengan suara agak parau Sang Ratu menjawab

"Pagi..."

"Ah...Yang Mulia, Anda tidak apa-apa?"Tanya PM Val dengan suara setengah khawatir.

"Iya" Jawab Sang Ratu "Tidak apa-apa kok"

"Sepertinya kondisi Anda agak mengkhawatirkan"Ujarnya"Apa perlu saya panggil Flora?"

"Oh, tidak usah....benar kok saya tidak apa-apa"Ujar Sang Ratu lagi

Sang Perdana Menteri melihat banyaknya laporan diatas meja kerjanya

Hmm... Sepertinya beliau kelelahan Pikirnya

"Yang Mulia..." Ujarnya sambil menatap Sang Ratu dengan mata hijaunya itu, membuat Sang Ratu menelan ludahnya sendiri.

"Ya...ada apa?" Tanyanya dengan suara tegas yang agak dibuat-buat karena gugup.

"Sebenarnya saya agak segan untuk mengatakannya"

Memangnya kenapa?Tanya Sang Ratu dalam hati.

"Tidak apa-apa, katakan saja..." Ujar Sang Ratu sambil melirik ke arah lain karena tidak sanggup melihat matanya.

PM Val tidak terlalu ambil pusing"Begini Yang Mulia...."

"Ya....."Suaranya agak pelan kali ini, hatinya bersorak

Ada apa?!

"Sebenarnya saya ingin membicarakan ini ditempat lain, karena rasnya ini bukan tempat yang tepat....Apa Anda keberatan yang mulia?"

Sang Ratu mulai panik dalam hati Ada apa sebenarnya????

"Oh tidak...sama sekali tidak. Baiklah dimana kira-kira kita bisa membicarakannya?"Tanyanya dengan ekspresi dan suara sok tenang.

"Saya kira di Dining Room di lantai 2..."

"Baiklah, saya rasa tidak masalah, Jam berapa Anda menunggu saya di sana?"

"Bagaimana kalau pukul 15.oo pada waktu afternoon tea"

Sang Ratu yang mulai panik dalam hati ; ingin menyelesaikan percakapan secepat mungkin menjawab

"Baiklah..."

"Terima kasih Yang Mulia...Maaf apa boleh saya pergi sekarang?"

"Oh,Silakan...."

"Baik, sampai jumpa Yang Mulia" Ujarnya sambil tersenyum dan memberi hormat. 

Tak lama ia pun menghilang dibalik pintu. Sementara itu, Sang ratu segera menyegel pintunya dan tidak mengizinkan siapapun masuk lagi. 

Haa....Val...kenapa kau selalu memandangku seperti itu????

Wajahnya tampak memerah, Tapi setelah itu dia segera menenangkan dirinya ; melanjutkan melihat laporan lagi.

Sabtu, 29 November 2008

The Story: Prologue

Disuatu tempat dan waktu yang tidak diketahui, berdirilah sebuah kerajaan( keratuan)yang tunduk pada undang-undang(monarki konstitusional) yang dipimpin oleh Sara Choice dan perdana Menteri Valdian Willhelm.

Terletak diantara pegunungan yang indah, dengan pemandangan yang luar biasa indah terutama matahari terbenamnya, negeri ini dihuni manusia dengan berbagai keahlian seperti sihir dan lain-lain. saat itu jumlahnya mencapai 50% dari penduduk. Kedua pemipin itu sendiri juga sebenarnya adalah penyihir.

Behind The Story
Sori, kehabisan ide :P, masi amatir c...

The Story: The Queen and The Prime Minister

Malam itu, Sang Ratu duduk di ruang kerjanya menunggu sang perdana menteri di ruang kerjanya. Tiba-tiba masuklah Perdana Menteri itu ke ruangan Sang Ratu.

"Selamat malam, Yang Mulia" Ujarnya sambil memberi hormat.
"Malam juga, silakan duduk" jawabnya sambil tersenyum"Ayo silakan duduk"
"Terima kasih Yang Mulia"

Lalu, mereka berdua pun membicarakan tentang pembangunan negeri yang masih baru itu, kadang-kadang Sang Ratu melirik sesekali sambil memperhatikan wajah sang Perdana Menteri yang sangat menarik baginya diam-diam. Tiba-tiba Sang Perdana menteri menyadarinya...

"Eh, ada apa Yang Mulia???"
"tidak ada apa2" Jawab sang Ratu sambil tersenyum

Behind The Story:
Dulu sewaktu saya SD, saya sering berkhayal begini pas mo tidur, yang jelas saya ga pernah menyelesaiakan percakapan antara dua orang itu. Sang ratu pun berhenti memanggil Sang Perdana Menteri setelah dia menyatakan cintanya pada pria itu.

Jumat, 21 November 2008

The Lullaby, The Dawn and The Twilight

The Lullaby

November, 20th 2008 Sore itu aku kelelahan karena baru pulang pukul 17 lebih. Bagaimana itu bisa terjadi sebenarnya cukup konyol. Sebenarnya, setelah Reading Day selesai sekitar jam 16 lebih aku sudah meninggalkan sekolah dan menaiki labi-labi diiringi BGM lagu lama memuakkan yang dipasang si pengemudi.

Satu-satunya hal yang bisa membuatku tersenyum adalah saat bertemu teman lamaku. Atmosfer yang terasa benar-benar berbeda. Masih tetap kuingat bagaimana masa-masa yang begitu kekanak-kanakan itu. Aku benar-benar ingin rasanya ke masa lalu dan menjadi teman baiknya. Tapi kami berdua hanya tersenyum sesaat dan aku pun keluar dari labi-labi itu dan membayar ongkos sambil berjalan dengan riang dan menyenandungkan La Mer.

"nanananana...nana..."dst.

Tapi semua itu hancur kala mati lampu dan otomatis aku tak bisa menelpon di wartel untuk memberitahu lokasi penjemputan. Dengan bodohnya aku melangkah menuju tempat penyewaan komik. Apa boleh buat, aku yang selalu sendirian ini sudah kosong hatinya dan kehilangan setengah jiwaku, tak tahu lagi rasanya mencintai orang lain. Frustasi karena itu aku benar-benar seperti orang bodoh-tersesat.Lebih celakanya lagi tempat itu baru buka jam 5 lewat.

Dengan kecewanya aku tapi tak mau perjalananku sia-sia, membaca "The Attack". Setelah cukup lama akhirnya tempat itu buka juga, aku pun menyudahi bacaanku dan mulai mencari komik baru. Aku melihat FF XII ada dalam daftar. Tapi lantas aku harus kecewa lagi karena sedang disewa orang lain.

Dengan bodohnya lagi karena tidak mau semuanya sia-sia aku mencari-cari dalam cahaya lilin komik yang jangka waktu pengembaliannya lama. Setelah cukup lama mencari akhirnya kuputuskan untuk dengan bodohnya memilih "Sugar Sugar Rune" Volume 1 yang sejak tadi ada di rak yang paling mudah terlihat dan dijangkau. Karena listriknya masih padam, akhirnya aku terpaksa pulang naik becak motor dan dimarahi mama karena disangka ke warnet lagi.

Dengan sebal karena penjelasanku tak mau didengar aku menghidupkan hpku. Lalu chatting di shoutbox Suikoindo dan ym bersama beberapa orang di saat bersamaan. Sampai akhirnya aku disuruh untuk melipat kain-kain yang segunung. Karena ingat bahwa besoknya Pre test Bahasa Inggris, akhirnya aku mengerjakan tiga hal atau lebih yang kelihatan seperti kerjasama para alter saja...melipat kain dengan ligat, Belajar untuk Pre test dan Chatting di ym dan shoutbox.

Tapi tiba-tiba terjadi sesuatu yang luar biasa sehingga diriku entah kenapa jadi menangis. Sesaat aku berhenti melipat kain dan kepalaku jadi amat pusing, sehingga aku menghentikan belajarku. Setelah itu aku masih Chatting sampai akhirnya jam 22 lebih aku mulai mendengar suara aneh di kepalaku saat memejamkan mataku. Pukul 23 lebih suara itu datang lagi mengantarkanku ke alam mimpi bagai Lullaby...sungguh ketiduran yang terjadwal!!
The Dawn
Benar-benar luar biasa!! Aku ketiduran dan malah terbangun pukul O5.30. Kubuka mataku...aneh, mataku bergerak terus dari kiri ke kanan lalu kembali ke kiri lalu ke kanan lagi dst. Pemandangan yang begitu mengerikan itu membuatku mual. Aku berusaha menutup mataku. Tapi aku harus sekolah,bagaimana bisa aku pergi dalam kondisi begitu. Berjalan saja susah sampai-sampai hampir terjatuh. Tak tahu mengadu ke mana aku menghubungi siapapun yang bs kuhubungi. Akhirnya absen dari sekolah maupun Internetan sampai siang
The Twilight
Siang itu kondisiku sudah agak baikan. Chatting pun dimulai lagi sampai aku memutuskan untuk makan, minum obat dan membaca "Sugar Sugar Rune". Lalu lanjut lagi sampai sore lalu aku pun berhenti lagi untuk mandi, mencuci pakaian sedikit lalu menikmati afternoon teaku. Aku merasa pusing lagi ketika menjemur pakaian. Lantas aku kembali lagi, chatting sampai senja yang kejam memutuskan sinyalnya. Setelah makan malam dan minum obat aku pun kembali tapi untuk menulis blog. Hatiku masih kosong, setengah jiwaku hilang....

Minggu, 09 November 2008

Aku lengah...

Saat break sebentar dari ym2an dengan kak oathseeker di Suikoindo saya pun membuat teh hangat tentu saja less sugar dengan air mendidih. Dengan nikmatnya meminum teh yang sudah dibawa ke kamar dan duduk di lantai. Setelah menenggak 2 gelas, saya pun menyimpan teh itu rencananya ditaruh di tempat biasa tapi karena penuh saya taruh di freezer. Lalu duduk diatas kasur, mempelajari kimia sambil bernyanyi sedikit

"sayang-sayang-papa-sayang-papa-sayang-daku-papa-sayang-daku-papa-sayang"

Ahaha... Lagu diatas adalah jembatan keledai(benarkah???) Utk menghafal konfigurasi elektron dgn aturan aufbau. Setelah ym-an sambil belajar tu Kimia penghancur otak sampe hampir pagi, sy ngeblog dl n tanpa sadar ketiduran.

Begitu bangun....


Saya baru sadar...

Teh yang ada di freezer itu membeku!!!

Mon Dieu!!!

Aku lengah dan melupakannya. Dgn sedih es teh itu sy evakuasi, dikasi air panas dan diminum utk obat anti ngantuk. Yah lumayanlah.

Rabu, 05 November 2008

Trauma

Salah satu hal yg sering menggangguku yang berada jauh dalam diriku...

Selalu menjadi bumerang...

Tanpa ampun menghancurkanku...

Dengan segala ironi yg ada "dia" dengan suksesnya membuatku sangat menderita...

Membuat hati ini menjerit...

Bayangkan saja...coba saja...Hal kecil yang sangat sepele sekalipun bisa membuatku trauma habis-habisan... Contoh yang paling konyol mungkin adalah ketika aku pertama kalinya melihat mama memakan roti dgn ikan yg menimbulkan bau tidak enak,Membuatku jd membenci roti berikut selai sarikaya yg selalu jd pasangan klopnya, susu bubuk Milo yg jg sering dijdkan teman makannya.

Itu mengenai makanan...

Saat SMP, karena temanku merobek halaman komik yg kusewa dgn alasan suka gambarnya.. Akupun jd trauma meskipun si pemilik tak menuntut..

Aku jadi kapok menyewa komik itu dan berusaha utk tdk menyukai apa yg kebanyakan org menyukainya, trus mencari sesuatu yang jarang disukai orang lain.. Supaya aku tdk hrs merasa bersalah...

Dan setelah kuperkirakan...

Penyebab aku berubah jadi pendiam karena dulu dikatai cerewet...

Tidak mau terlalu terikat dengan org lain(perhatian! Ini bkn pacaran) lantaran dulu sering dibohongi...
Jarang keluar kamar lantaran tdk mau bertemu org caper...

Jd pelupa krn dulu ingin melupakan suatu kenangan buruk...

Dan masih banyak lagi.

Dan yg terbaru adalah....
Jd takut turunan gara-gara waktu frustasi lantaran nilai jelek dan duduk di tepi bukit kecil diejekin

Sabtu, 25 Oktober 2008

Frustasi kehilangan teks fanfic

Malam ini aku begitu frustasi. Teks fanfic yang sudah kutulis berhari-hari dan berminggu-minggu sampai-sampai dikatai jelek fanficnya dengan tidak terhormat hilang! Uh sampai-sampai ga bisa tidur, hati ini tidak tenang. Mungkinkah sudah dibuang, dicuri adik atau dsb??aneh sekali padahal rasanya baru tadi pagi masih ada. Duh siapapun berikan kembali teks itu...

Tapi akhirnya ketemu juga, aku langsung kegirangan kayak orang gila dalam hati. Dengan happynya nulis fanfic dengan riang gembira. Tapi masih panjang banget, belum sampai ke inti cerita malah. Gimana Ya???

Kamis, 23 Oktober 2008

Tentang Blog Mobile

Pasti banyak yang bingung kenapa ada kode aneh di judul entry dan kenapa ada part 1 dan 2 di blog saya. Sebenarnya itu dikarenakan Blog lewat hp ini lewat site yg sempat saya sebutkan di entry sebelumnya. Karena jumlah karakter yg diketikkan terbatas akhirnya saya membuat bagian ke 2,3 dst dr entry saya. Biasanya klu nanti pergi ke warnet saya satukan dan edit lagi. Misalnya kalau ada gambar akan saya tambahkan. Sementara itu kode aneh yg muncul itu masih misteri krn saya belum baca instruksi penggunaannya

Oya. Bagi yg ga bisa HTML jgn klik Submit HTML ya....

Rabu, 22 Oktober 2008

Tragedi Hape yang memberontak

Kemaren pas lg asyik-asyiknya OL lewat hp, tiba-tiba tombolnya ga berfungsi. Huwaa!! Panik n jadinya matiin n hidupin trus matiin lg. Tambah ancur!! Lantas dicharge dulu..masih error malah hpnya hidup mati kayak hidup segan mati tak mau gtlah. Akhirnya pinjam hp mama buat make opera mini buat buka forum. Setelah itu nyobain pake hp SEku yg malang itu lagi...hampir finally saya mendeklarasikan tentang sakratul mautnya hpku.Sempat ada yg bilang don't go, my princess!!(boong deng!) * Dihajar teman2 seforum*

Thanks buat yg udah ngedoain supaya Hp SEku tidak tewas. Akhirnya tidak tewas, cuma ngadain coup d etat ajah... Dia bahkan sering menyia-nyiakan pulsaku, menelan postinganku, membuat ym jd lemot. Ga bs regis ke banyak forum. Tp ak sayang ama hapeku... Dr hpku juga akhirnya aku bisa bertemu teman-teman yang baik di Suikoindo, RP di Suides, mendapatkan kamus olnya hp, download gambar, lg n ada game favoritku. Bisa dibilang dia udah jadi partner paling setiaku didunia maya... Oh hapeku patuhlah padaku

Senin, 20 Oktober 2008

Ridiculous Saturday

Benar-benar hari yg konyol..udh belajar kimia mati2an jdnya malah gimana gitu,lupa kumpul buku ramadhan. Pulangnya langsung ke warnet sempat liat org2 rame di jalan, kirain konvoi Partai Aceh pas ngeliat org2 naik motor bw bendera partai. Akhirnya di warnet buka forum, download, n bikin tgs sambil dengerin ost suikoden. Tugas ga selesai download jg...pulangnya ak br tau kalau td bkn sekedar konvoi, tapi Hasan Tiro datang! Omg!aku ngelewatin momen penting. Hari yg konyol ini ditutup dgn ketiduran pas make hp

Dihajar UH dan UTS Kimia dan Seni

Gyaa!! Aku lupa kalau sabtu ini ada UH Kimia. Lantas aku pun langsung ke perpus skul n pinjam 2 buku Kimia cetak dan 1 buku seni. Ternyata setelah melihat papan pengumuman, tertulis bahwa hari pertama UTS adalah KIMIA DAN SENI!!! Gyaa!! Aku kalang kabut. Ada dua alasan mengapa aku kalang kabut:
1.Belakangan ini nilai kimiaku jelek apalagi dari bagian Termokimia.
2.Aku tak suka pelajaran Seni. Lengkap sudah penderitaanku...huhuhu.. Habis UH langsung UTS. Yah nasib...

Thursday without reading day 08-10-16

Hari ni puanas bgt!!! Untung saja tadi belajar di tempat yang dingin. Ah capek juga skul sampe sore... Biarpun begitu aku lumayan bersyukur karena reading day ditiadakan hari ini. Skul aku setiap kamis mengadakan acara membaca buku bg SDK dan Siswa. Jd setiap kamis siswa wajib membawa buku utk dibaca. Dan bg yg tdk ikut sepertinya poinnya dikurangi(uh takut!!) Makanya ak bersyukur krn hari ni ak lupa bawa bukunya hehehe!! Padahal ak suka jg kegiatan begini.. Karena aku suka banget membaca.

Ah....reading day....saya paling sering minjem buku yang tebal....nya inta ampun. Dari Laskar Pelangi...A Man Named Dave, Sheila, dlll

Blogging di hp( Blogger)

Blogging lewat wap langsung!! Klu udh punya mail to blogger address. Tinggal buka wap.abiro.com/blogspot/bloginit.wml.

Kelebihan: Bisa posting dimana aja selama hp masih ditangan, sinyal ga rusak dan ga ada yang protes*hehehe*

kekurangan: ga bs naruh gambar. Jumlah karakter yang bisa ditulis pun sedikit sekali...

Before The Sun Rise-08/10/07

Baru aja selesai sahur aku mencoba untuk blogging dulu setelah membaca topik di forum. Dan disinilah aku sambil berbaring memikirkan tentang banyak hal yang terlupakan sebelum matahari terbit. Padahal aku yakin kalau mengingatnya tapi entah kenapa ingatan-ingatan itu seolah terkunci. Aku bahkan tak bisa mengingat tentang beberapa hal yang ingin kutulis hari ini. Padahal aku yakin bahwa aku ingat. Jujur saja saat ini sebelum matahari terbit, aku lebih memilih untuk melupakan masa lalu daripada hal-hal itu..

Yang jelas aku tak tahu mengapa ada banyak hal yang tidak bisa disampaikan. Padahal kenyataannya aku begitu ingin menyampaikannya. Mungkin hal itulah yang menyebabkanku jadi persis seperti bukan makhluk hidup...undead istilahnya.
Tak mau makan....
Tak mau tidur....
Jadi seperti tak punya perasaan....

Mengapa sinar matahari ini tak mau membunuhku yang sudah mati ini...

Ridiculous Inspiring Childhood

Kisah ini berawal waktu aku masih berumur sekitar 5 atau 6 tahun.

Di suatu siang ,aku bermain di samping kedai pisang goreng yang sedang kosong. Tiba-tiba aku melihat sebatang kayu kecil yang hampir sebesar lidi yang kemudian kuambil dan kukupas-kupas. Melihat gembok yang terpasang di pintu belakangnya, akupun dengan isengnya memasukkan kayu kecil itu ke lubangnya dan memutarnya. Terbuka!!! aku dengan bodohnya meninggalkan tempat itu tanpa mengunci kembali gemboknya. Percaya atau tidak...setiap kali mengingat hal itu kepercayaan diriku bangkit. Aku jadi percaya kalau aku bisa melakukan hal yang tidak semua orang bisa lakukan. kejadian konyol itu menjadi inspirasi bagiku untuk melakukan banyak hal.

Aneh ya... saya juga merasa ini begitu konyol. Bukannya hal seperi itu malah tidak baik ya. *PERHATIAN!!!APABILA TIDAK INGIN MORAL ANDA MENJADI BOBROK JANGAN BACA BLOG INI* Tapi pasti udah dibaca...konyol banget.

Baca Manga langsung dari Web(???)

Yah.... Mungkin ini cerita lama ya... Baca Manga secara online. Saya sendiri baru aja tau* Dasar cewe Ketinggalan zaman* Biarpun Manganya dalam bahasa inggris, Tapi menurutku praktis banget.... Ga payah beli...* Dasar Miskin*. Yaaayyyy!!!*Lebai banget sih* Kalau mo Coba silakan aja klik di sini:
One Manga

Sistemnya 1 kali klik 1 halaman manga. Contohnya:
xxxholic Chapter37 Hal 1
xxxholic Chapter37 Hal 2

Dst....

Perkenalan yang baru

Hmm... pertama-tama saya mo bilang kalu blog yang sebelumnya ancur. jadiisinya saya pindahi aja ya....Ini kalimat perkenalan konyol saya.
Memang sih aku pake nama ibu saya. Perkenalkan nama saya Rezky Amelia. Panggil aja Rezky. Saya anak pertama dari 5 bersaudara*Wow...Sok terkejut ama diri sendiri alias ngaco mode on* Akhirnya jadi juga blog saya yang benar-benar serius. *plok plok plok..*.Di sini nanti saya akan posting mewakili ibu saya dan keluarga inti saya dan blog pribadi saya. Hmm.... Mungkin apa yang saya tulis nanti belum seberapa bagus dengan milik orang lain, tapi saya akan mencoba. Ini saja perkenalan saya. Terima kasih udah baca perkenalan saya yang konyol ini...*Kegeeran*